Didin Marlin Merilis EP “Magismaja: Sound as a Way to Memory”: Menelusuri Waktu, Ruang, dan Ingatan Melalui Bunyi

INSOMNIAEnt.id – Didin Marlin kembali dengan rilisan terbaru berjudul Magismaja: Sound as a Way to Memory, sebuah EP yang melanjutkan eksplorasi terhadap arsip bunyi Sulawesi Selatan sebagai sumber pengetahuan yang hidup. Melalui tiga komposisi, karya ini tidak hanya menghadirkan suara sebagai medium estetika, tetapi juga sebagai metode untuk menelusuri memori, asal-usul, dan pengalaman personal.

Gagasan karya ini turut diperkuat dari pembacaan kembali terhadap La Galigo, sebuah epos Bugis yang menyimpan lapisan pengetahuan kosmologis dan narasi asal-usul. Dari sana, Didin Marlin menemukan dorongan sekaligus arah bagi praktik artistiknya, menjadikan bunyi sebagai cara untuk mengaktifkan kembali ingatan yang tersimpan, serta sebagai upaya untuk menjaga dan merawat jejak pengetahuan budaya dalam konteks kontemporer. Akses terhadap arsip rekaman yang dikumpulkan oleh Christian Pelras juga memberikan peran penting dalam proses ini, membantu Didin Marlin menjangkau kembali pengetahuan bunyi dari rekaman lama masyarakat Bugis yang sebelumnya sulit diakses.

EP ini dibangun sebagai sebuah sistem yang bergerak dari waktu menuju ruang hingga ke kesadaran akan kehadiran. Track pertama, “Ancestral XIII”, merujuk pada lapisan waktu yang jauh dan tidak terjangkau, sebuah ruang sebelum memori personal terbentuk, di mana bunyi dipahami sebagai bagian dari kedalaman kosmologis.

Track kedua, “Inherited M S04–E119”, berangkat dari pertemuan dua titik geografis di Sulawesi Selatan yang menjadi asal-usul terbentuknya identitas. Dalam karya ini, bunyi diposisikan sebagai sesuatu yang diwariskan, tidak hanya melalui garis keturunan, tetapi juga melalui ruang, gestur, dan pengalaman yang terus berlanjut.

Sementara itu, track ketiga, “Dg. Ratu: Y > O”, menghadirkan pendekatan yang lebih eksperimental melalui sistem tanda. Judul ini merepresentasikan sebuah gerak menuju kehadiran, sebuah upaya untuk menjangkau kembali ingatan yang tidak sepenuhnya utuh. Berangkat dari pengalaman personal kehilangan, karya ini menggunakan bunyi sebagai cara untuk mendekati memori yang sulit diakses secara langsung.

Secara keseluruhan, Magismaja: Sound as a Way to Memory memposisikan bunyi sebagai medium yang mampu menghubungkan masa lalu yang jauh, asal-usul yang membentuk, dan kesadaran yang hadir di masa kini. EP ini tidak berusaha untuk menceritakan kembali memori secara utuh, melainkan membuka ruang bagi pendengar untuk mengalami proses mengingat itu sendiri.

Dengan pendekatan yang menggabungkan arsip, praktik eksperimental, dan refleksi personal, Magismaja menghadirkan sebuah karya yang berada di antara penelitian sonik dan ekspresi artistik, sekaligus sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan pengetahuan budaya melalui bunyi.

EP Magismaja: Sound as a Way to Memory akan segera dirilis di berbagai platform digital pada 13 Mei 2026.

Share :

Baca Juga