INSOMNIAEnt.id – CASA, band indie beranggotakan lima orang yang berakar dari pertemanan masa kuliah di LSPR Communication & Business Institute, resmi memulai perjalanan bermusik mereka dengan merilis single perdana bertajuk “naluri” pada 28 Agustus 2026. Lagu ini mengangkat kisah tentang pertemanan yang tumbuh secara alami dan selalu menemukan jalan untuk kembali, di tengah kesibukan dan jalan hidup masing-masing personel.
Dari Groove Patrol hingga CASA
Kisah CASA bermula di LSPR Band, klub musik di LSPR Communication & Business Institute. Pada LSPR Band Concert 2023, para personel CASA dipertemukan dalam sebuah band bernama Groove Patrol (GP). Cathleen Rebecca Setyawati Tambunan (Becca, PIC GP), Muhammad Aurelio Khadi (Rel, vokalis), Muhammad Aulia Rahman (Owen, gitaris), Dan Kasih Setia Matkussa (Danka, keyboardist), dan Khalil Amal Rabbani (Khalil, drummer) — tergabung dalam formasi bernama Groove Patrol bersama tiga anggota lain: Sam (bassist), Maureen (keyboardist), dan Vanessa Simorangkir/Vanessa Zee (vokalis).
Kebersamaan di ruang latihan perlahan tumbuh menjadi pertemanan yang lebih dalam, dan tetap bertahan meski masa kuliah berakhir dan masing-masing personel menempuh jalan berbeda. Pada 2025, Groove Patrol kembali berkumpul, membawa kembali rasa rindu untuk berkarya bersama. Dari sebuah obrolan sederhana, muncul pertanyaan: bagaimana jika Groove Patrol dilanjutkan menjadi sebuah band sungguhan di luar kampus?
Ide tersebut kemudian berkembang menjadi CASA. Seiring berjalannya waktu, Vanessa melanjutkan perjalanan profesionalnya di industri musik, Sam menempuh perjalanan profesionalnya sendiri, sementara Maureen melanjutkan studi di luar negeri, sehingga ketiganya tidak bergabung dalam formasi baru ini. CASA terbentuk secara resmi pada 9 Januari 2026, tanpa keterlibatan label atau manajemen, murni dari keinginan untuk kembali berkarya bersama. Becca, yang sebelumnya berperan sebagai PIC Groove Patrol, kemudian turut mengambil peran sebagai vokalis.
Nama CASA, yang berarti “rumah”, kemudian terasa semakin merepresentasikan perjalanan tersebut. CASA ingin menjadi rumah bagi para personilnya: tempat untuk kembali dari hiruk-pikuk kehidupan, bertemu dengan orang-orang yang terasa familiar, dan melakukan sesuatu yang mereka cintai—bermusik.

“naluri”: Ketika Pertemanan Selalu Menemukan Jalan Pulang
Sebagai single perdana, “naluri” mengangkat kisah tentang sebuah pertemanan yang tumbuh secara alami melalui kebersamaan, kesamaan rasa, serta kecintaan terhadap musik dan proses berkarya.
Lagu ini berangkat dari kenangan-kenangan sederhana di masa awal sebuah pertemanan, termasuk momen pertama pulang bersama dengan kereta. Rasa canggung, kelelahan, obrolan, hingga kejadian-kejadian absurd yang terjadi dalam perjalanan tersebut kemudian menjadi cerita yang terus tersimpan dan dikenang. Seiring waktu, setiap orang tentu memiliki kehidupan dan jalannya masing-masing. Tidak selalu bertemu, tidak selalu bersama, namun ketika kembali berkumpul, cerita-cerita lama seakan menemukan ruangnya kembali: tawa muncul lagi, kenangan terulang, dan rasa familiar tetap terasa.
Di antara jarak, kesibukan, dan jalan yang berbeda, ada sesuatu yang secara naluri membawa seseorang kembali kepada tempat yang terasa seperti rumah. Bagi “naluri”, rumah bukan sekadar sebuah tempat, melainkan rasa nyaman yang ditemukan dalam orang-orang tertentu. Lagu ini menjadi gambaran tentang sebuah pertemanan yang mungkin terpencar di sana-sini, namun pada akhirnya selalu menemukan jalan untuk kembali—kembali tertawa, kembali berkarya, dan kembali menjadi diri sendiri.
Lima Bulan dalam Proses “naluri”
Proses penciptaan “naluri” berlangsung sekitar lima bulan. Penulisan lirik dan komposisi dimulai pertengahan Desember, menghasilkan demo pertama dalam format vokal dan piano. Pertengahan Februari, seluruh personel menggelar workshop aransemen full band yang menghasilkan demo kedua. Proses berlanjut ke sesi rekaman dan produksi musik pertama pada awal Mei, lalu sesi rekaman kedua pada awal Juli yang menuntaskan keseluruhan proses. Tantangan terbesar produksi terletak pada menyelaraskan jadwal kelima personil yang sama-sama sibuk. Namun berkat chemistry yang telah terbangun sejak era Groove Patrol, proses berkarya justru mengalir secara natural.
Musik yang Tumbuh dari Siapa Mereka
Bagi CASA, identitas musikal tidak dibangun dari keharusan untuk tampil berbeda, melainkan tumbuh dari hubungan yang telah lama terjalin antar personel.
“Kayaknya yang membedakan kami justru karena kami nggak terlalu memaksakan diri untuk menjadi sesuatu. Musiknya tumbuh dari chemistry, pertemanan, pendewasaan, hal-hal yang memang kami suka, dan pengalaman hidup yang kami lewati dan pelajari. Jadi apa yang terdengar dari kami ya benar-benar hasil dari siapa kami ketika sedang bersama.” – Becca, Vokalis CASA
Membuka Rumah bagi Semua Orang
Melalui “naluri”, CASA membuka babak baru sebagai band independen dengan harapan terus menghadirkan karya yang tumbuh bersama perjalanan hidup para personelnya. Band ini menegaskan bahwa “rumah” yang mereka bangun tidak hanya untuk kelima personel, tetapi juga ruang terbuka bagi siapa pun yang ingin datang, menikmati musik, dan menemukan kehangatan di dalamnya.
Single “naluri” kini telah tersedia di seluruh platform musik digital.





