Am (Tak Lagi Sama) Adalah Cara Lokasena Berdamai Dengan Kehilangan

INSOMNIAEnt.id – Lokasena memainkan apa yang mereka sebut sebagai nostalgia pop: perpaduan melodi melankolis, harmoni yang tak biasa, dan atmosfer hangat yang mengingatkan pada film lama, senja terakhir, atau percakapan yang tak sempat terucap baik yang hanya tinggal di pikiran, maupun dengan orang yang kini sudah tak bersama lagi. Musik mereka bergerak pelan, memberi ruang bagi pendengar untuk tinggal sejenak di dalam perasaan yang sama. Terinspirasi dari gerakan musik Jepang era 90-an, Shibuya-kei, Lokasena meramu unsur jazz, city pop, bossa nova, Brazilian, dan folk ke dalam bahasa pop Indonesia yang kontemplatif, puitis dan juga dekat dengan keseharian. Lagu-lagu mereka tidak hanya untuk didengar, tetapi juga untuk direnungkan, diingat, dan dirasakan ulang sebagai potongan kenangan.

Nama Lokasena menyimpan banyak lapis makna: permainan kata dari “lo suka semua nadanya”, sekaligus rujukan pada Lokasenna, puisi Nordik tentang perdebatan antar dewa. Seluruh karya Lokasena, dari penulisan lagu, aransemen, rekaman, hingga visual, dikerjakan secara mandiri dengan keyakinan bahwa karya yang jujur akan menemukan pendengarnya sendiri.

“Am (Tak Lagi Sama)” adalah lagu tentang rindu yang tak menemukan jawaban. Sesaknya perasaan kehilangan yang diberi nada dan musik, lalu dibiarkan tinggal di sana tanpa dipaksa selesai.

Diciptakan dan diproduseri oleh Gearda Dewantara, lagu ini menjadi karya paling personal yang pernah dirilis Lokasena. Lagu ini merekam kerinduan Gearda dan Andhika Aryatama kepada mendiang ayah mereka yang wafat satu tahun lalu dan Ario Bintang kepada mendiang ibunya lima tahun lalu, sebuah rindu yang tidak lagi bisa disampaikan, hanya bisa dirasakan.

Alih-alih menceritakan kehilangan secara langsung, “Am (Tak Lagi Sama)” memilih jalan yang lebih sunyi. Lagu ini mengajak pendengar untuk merasakan bagaimana rindu itu menekan dari dalam, hadir dalam keseharian, dan menetap tanpa kepastian.

Meski lahir dari pengalaman personal, lagu ini dipersembahkan untuk siapa pun yang merindukan orang-orang tersayang di rumah yang telah wafat. Diksi yang digunakan sengaja dibuat umum dan luas, memberi ruang bagi pendengar untuk menautkan lagu ini dengan cerita mereka sendiri.

Fakta yang mungkin belum banyak diketahui, Gearda Dewantara dan Andhika Aryatama adalah kakak-beradik kandung. Kedekatan darah dan pengalaman kehilangan yang sama membuat emosi di lagu ini terasa sangat nyata.

Setiap progresi harmoni, ketukan, dan dinamika aransemen dibangun dari rasa yang sama. Tarikan vokal Ario Bintang menjadi medium yang membawa kerinduan itu keluar, tanpa berusaha terdengar dramatis, namun tetap terasa dalam.

Lagu ini juga hadir dalam dua versi tambahan:

  • Lullaby version – versi akustik yang lebih lembut dengan piano, orchestra, dan sentuhan pump organ yang lebih intimate.
  • Instrumental version – untuk mereka yang ingin menikmati tekstur musik tanpa lirik.

Secara musikal, “Am (Tak Lagi Sama)” tetap membawa DNA khas Lokasena. Lapisan Shibuya-kei yang catchy berpadu dengan lap steel ala KIRINJI yang menghadirkan nuansa intim, harmoni chord progression tak biasa tetapi tetap terasa sentuhan J-Pop akhir 90-an.

Untuk pertama kalinya dalam karya Lokasena, bagian backing vocal ditata menyerupai paduan suara. Pendekatan ini dipilih untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kerinduan, seolah suara-
suara itu menjadi ruang gema bagi perasaan yang tak terucap.

Judul “Am (Tak Lagi Sama)” diambil dari nama panggilan ayah Gearda dan Andhika. Di saat yang sama, kata “am” dalam KBBI berarti umum, mencerminkan inti lagu ini: pengalaman yang sangat personal, namun dirasakan banyak orang.

Judul ini menjadi jembatan antara kisah pribadi dan pengalaman kolektif, mempertemukan cerita Lokasena dengan cerita para pendengarnya.

“Am (Tak Lagi Sama)” merupakan single ketiga sekaligus penutup menuju album Lokasena. Lagu ini berfungsi sebagai titik hening, sebuah penutup yang tidak menutup cerita sepenuhnya, tetapi memberi ruang refleksi sebelum melangkah ke fase berikutnya.

Bagi Lokasena, lagu ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi tentang menerima perubahan dan belajar hidup berdampingan dengan rindu.

Share :

Baca Juga