Banten Creative, Kultur Baru dan Pendobrak Hegemoni Festival Clothing di Kota Serang

INSOMNIAEnt.id : Industri kreatif khususnya disektor clothing di Kota Serang semakin berkembang. Sejak tahun 2016, setiap tahunnya minimal terselenggara dua event clothing yang menghadirkan berbagai pelaku industri ekonomi kreatif.

Pertengahan bulan Ramadan tahun ini, acara sejenis kembali hadir dengan nama dan konsep baru. Meski sejatinya, penggagasnya bukan lah pemain baru di industri kreatif Kota Serang.

Banten Creative Festival (BCF), merupakan hajat yang akan tersajikan di tengah Kota Serang selama lima hari kedepan, 30 Mei-3 Juni 2018 di pelataran Parkir Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang.

BCF merupakan inisiasi dari Banten Bersatu Creative, sebuah festival clothing yang melibatkan puluhan brand, musisi dan berbagai pelaku industri ekonomi kreatif. Karena panitia juga menghadirkan stand jajanan serta mengundang berbagai komunitas kreatif dari berbagai daerah di Banten.

Bahkan yang menarik adalah, panitia juga menyelipkan kesenian tradisional Banten sebagai pengenalan budaya kepada kawula muda. Ini adalah kultur baru yang disuguhkan dalam clothing festival di Kota Serang, dengan memadukan unsur tradisional dan modern.

“Kami akan menghadirkan beberapa kesenian lokal seperti Rampak Bedug. Ini penting bagi kami untuk mengenalkan budaya Banten, dengan berkolaborasi memuat konten yang berisikan budaya Banten dan kearifan lokal lainnya. Ada tausyiah Ramadan,” ujar Project Event Banten Creative, M. Irfan, Selasa (29/5/2018).

Hadirnya Banten Creative seperti meruntuhkan hegemoni clothing festival yang selama ini sering diselenggarakan. Karena dalam beberapa tahun terakhir, festival clothing di Kota Serang hanya diorganisir oleh satu EO.

Positifnya, ini menjadi alternatif bagi penggila fashion dalam membeli kebutuhan sandang. Sekaligus, membuat perputaran uang dikalangan industri kreatif semakin kencang.

“Tujuan kami memang untuk mengembangkan industri krearif dan UMKM muda di Banten, khususnya Kota Serang. Karena di sini juga punya merek dagang yang sebetulnya memiliki daya saing tinggi dengan pasar nasional,” sambung pria yang akrab disapa Koyonk itu.

Menurut Koyong, dengan populasi penduduk sekitar 10 juta jiwa, Banten adalah pangsa pasar potensial bagi industri clothing karena 50 persennya diisi oleh anak muda.

“Acara ini akan menarik animo anak-anak muda dari berbagai daerah seperti Pandeglang, Lebak, hingga ke Anyer. Diperkirakan akan dipadati sekitar 25.000-30.000 pengunjung selama 5 hari,” sebut Koyong optimis.

Sedikitnya ada 40 clothing line lokal, Jabodetabek, dan Bandung yang bakal berpartisipasi membuka lapaknya di BCF. Beberapa komunitas juga akan turut meramaikan event tersebut, seperti rekan-rekan dari Record Store Day Serang, Food Truck, Fotographer, BMX, dan Skateboarding.

Sementara dari sisi panggung utama, akan diisi oleh sejumlah nama besar dari nasional maupun lokal. Punggawa emo asal Kota Kembang, Alone At Last dipastikan bakal memanaskan suasana BCF. Akan adapula unit Pop Punk yang sedang naik daun, Stand Here Alone dan Stereowall.

Dari barisan lokal, Punk Rock senior Kota Serang bertengger dijajaran line up BCF, Suck It 26 bersama The Minded, ASS, Discri-Discri, Abandon All The Suffer, DJ DTR Alive, dan unit Rock n Roll kocak, Tongkat Kayu.

“Semoga komunitas kreatif di Banten bisa makin maju dan bersaing dengan daerah lain, go nasional ibaratnya. Dan kalian harus datang, karena akan ada berbagai sajian kreatifitas anak muda Banten,” ajak Koyong meyakinkan.

Untuk mengetahui lebih jauh soal BCF, kalian bisa kepoin akun Instagram mereka di @bantencreativefest.

Follow Us

Latest News