DCDC Akan Mengawinkan Skatepunk “Rosemary” dan Gamelan “Ki Ageng Ganjur”

INSOMNIAEnt.id – DCDC kembali membuat terobosan baru. Setelah sukses dengan project “DCDC Killchestra” yang meng-combine deru musik metal ala Burgerkill dengan orchestra, kini DCDC akan kembali menyuguhkan sajian epik yang lain. DCDC akan menggabungkan dua kutub musik yang kontradiktif, musik kebut yang dimainkan oleh Rosemary dan musik tradisional dari Ki Ageng Ganjur.

Punk sebagai aliran musik “impor” dari mancanegara yang dimainkan unit skatepunk “Rosemary” akan dikawinkan dengan alunan gamelan, salah satu musik tradisional kebanggaan Indonesia.

Dari latar belakang seni, Rosemary dan Ki Ageng Ganjur adalah dua kelompok musik yang bisa dibilang bertolak belakang. Dibentuk pada tahun 1997 di tengah komunitas skateboard, Rosemary adalah band yang memainkan turunan musik punk yang disebut skate-punk dengan lima orang personil, yaitu Indra Gatot (gitar & vokal), Inkmary (gitar & vokal), Fajar (bas), Denny Hsu (drum) dan Bane (trompet).

Sementara Ki Ageng Ganjur adalah kelompok musik asal Yogyakarta yang diisi oleh sekumpulan musisi santri dengan alat musik tradisional gamelan sebagai sarana utama mereka dalam menyampaikan pesan yang condong pada hal-hal berbau religius.

Rosemary dan Ki Ageng Ganjur dipertemukan dalam sebuah tur pada tahun 2015. Ide liar untuk mengolaborasikan musik skate-punk dan gamelan sudah hadir saat itu, namun belum sempat direalisasikan karena satu dan lain hal.

Akhirnya, di tahun 2019 ini, rencana keduanya dapat terlaksana lewat ‘DCDC Rock N’Semble’, sebuah program spesial yang didukung penuh oleh DjarumCoklatDotCom (DCDC) yang secara konsisten mendukung pergerakan musisi atau band independen tanah air.

Dalam kolaborasinya, terdapat enam buah lagu Rosemary yang dikolaborasikan bersama Ki Ageng Ganjur, salah satunya adalah lagu favorit para WARS -sebutan untuk penggemar Rosemary- yaitu “Punk Rock Show”.

Proses kolaborasi ini diawali dengan agenda berlatih bersama di sebuah padepokan di Yogyakarta dengan melibatkan Hinhin Agung Daryana (Akew) sebagai music director. Kemampuannya di bidang instrumentasi tradisional membuat Hinhin menjadi sosok yang paling tepat untuk merancang aransemen antara Rosemary dan Ki Ageng Ganjur.

Kolaborasi yang mempertemukan gaya musik modern dan tradisional ini merupakan bukti lain dari universalitas musik, di mana kreativitas adalah hal yang tidak berbatas dan kolaborasi jadi salah satu cara nyata untuk menabrak sekat-sekat yang muncul atas nama aliran musik tertentu.

Hasil kolaborasi ini juga jadi catatan penting untuk mengangkat potensi musik yang dimiliki negeri ini. ‘DCDC Rock N’Semble’ bersama Rosemary dan Ki Ageng Ganjur adalah satu terobosan yang patut untuk diapresiasi dan diharapkan penikmat musik Rosemary maupun Ki Ageng Ganjur bisa menikmati karya mereka.

‘DCDC Rock N’Semble’ digarap dalam sebuah konser yang diselenggarakan pada 19 Oktober 2019 di Lapangan Pussenif, Bandung. Selain menampilkan kolaborasi menarik antara Rosemary dan Ki Ageng Ganjur, turut tampil kawan-kawan musisi lain, yaitu Stand Here Alone, Lowdick, Sir Iyai, Iksan Skuter, Maw & Wang, DJ E-One Cronik dan salah satu band DCDC ShoutOut! yaitu Olegun Gobs.

Ada dua cara untuk bisa mendapatkan tiket ‘DCDC Rock N’Semble’, yaitu melalui tiket pre-sale dan on the spot. Tiket pre-sale dibagi menjadi dua fase, yaitu pre-sale 1 seharga Rp25.000,- (periode 29 September 2019–6 Oktober 2019) dan pre-sale 2 seharga Rp35.000,- (periode 7 Oktober 2019–18 Oktober 2019). Tiket pre-sale bisa didapatkan secara online melalui DCDC Passport yang bisa diakses melalui passport.djarumcoklat.com.

Atau dengan cara mendatangi kantung-kantung komunitas, salah satunya DCDC Radio yang berlokasi di Kantin Nasion Rumah The Panas Dalam, Jalan Ambon No. 8A, Bandung. Sementara untuk tiket on the spot akan dibandrol seharga Rp50.000,- yang bisa didapatkan di hari pelaksanaan ‘DCDC Rock N’Semble’. (Rls)

Follow Us

Latest News