INIS dan Lucid Dream dalam Berkarya

PICT SOURCE BY/INSTGRAM @lil___phoenix
PICT SOURCE BY/INSTAGRAM @lil___phoenix
PICT SOURCE BY/INSTAGRAM @lil___phoenix

INSOMNIAEnt.id – Di tengah kesibukan setelah debutnya pada acara The Sounds Project (09/08) dan debutnya mendatang sebagai pembuka NIKI pada Lalala Fest (23/08), INIS meluangkan sedikit waktunya untuk mengobrol secara daring dengan tim kami melalui Zoom.

Lucid dream yang tertuang dalam profil Instagram-nya menjadi personal branding seorang INIS dalam menulis lagu-lagunya. Keseruan kami saat mengobrol dengannya membahas berbagai macam topik, mulai dari hubungan INIS dengan burung phoenix, perjalanan karier, hingga gangguan mental yang dialaminya.

Phoenix dan INIS

Lil Phoenix, nama akun Instagram yang digunakannya, menunjukkan kedekatan dirinya dengan makhluk mitologi tersebut. Burung phoenix digambarkan sebagai burung yang tubuhnya dibaluti api yang membara. Ketertarikannya sejak lama terhadap makhluk tersebut membuat pesona seorang INIS yang membara saat manggung semakin menguatkan kedekatan itu.

Awal Karier

Mengawali keisengannya bernyanyi bersama teman kampus pada tahun 2013 dan berakhir pada sebuah acara talent show, INIS kemudian memutuskan untuk menjadi musisi independen. Ia memulai debutnya pada tahun 2018 dan merilis lagu pertamanya yang berjudul “Mood Hacks” pada tahun 2019.

Di luar keisengannya, INIS sangat membutuhkan lagu sebagai terapi untuk mengolah emosinya akibat gangguan bipolar yang dialaminya. Gangguan bipolar merupakan penyakit mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat drastis. Dari pengalaman tersebutlah INIS membuat lagu pertamanya yang berjudul “Mood Hacks”. Dari lagu pertama itu, ia menyadari bahwa lagu bukan hanya sekadar karya seni ataupun profesi, tetapi juga salah satu bentuk terapi untuk mengolah emosi.

Orang-orang terdekat juga mambantu INIS untuk bertahan dan berproses hingga menjadi seperti saat ini. Menurutnya, keisengannya dulu bukan karena ia bisa bernyanyi, melainkan karena ia dan teman-temannya percaya bahwa setiap orang yang bisa berbicara pasti bisa bernyanyi. Rasa penasaran teman-temannya terhadap peruntungan INIS juga menjadi faktor menarik yang membuatnya terus berkembang.

Lucid Dream

Lucid dream terjadi ketika otak berada di antara kondisisadar dan tidur, yaitu saat gelombang otak masih aktif di tengah fase tidur sehingga seseorang menyadari bahwa ia sedang bermimpi. Kondisi tersebut menjadi hal khusus yang dialami INIS dan ia jadikan acuan untuk membuat karya-karyanya. Salah satunya adalah lagu berjudul “Mermaid Song” yang ia tulis berdasarkan mimpinya saat berbincang dengan putri duyung. Tak hanya “Mermaid Song”, banyak pula karya lain yang lahir dari mimpinya.

Tips dari INIS untuk Tampil di Panggung Besar

Pertama, INIS menjalani proses dan konsistensi yang telah dilaluinya hingga sekarang, sementara orang-orang disekitarnya selalu memberi energi besar yang membantu ia berkembang menjadi lebih baik daripada saat awal memulai karir.

Kedua, menyatukan visi band yang akan berjalan bersamanya. Menurutnya, sebuah band dengan visi yang berbeda-beda akan menempuh jalan yang lebih panjang karena akan muncul lebih banyak perdebatan di dalamnya.

Ketiga, harus siap dengan segala konsekuensi, mulai dari banyaknya saingan, kekecewaan, penolakan, hingga pekerjaan yang tidak kunjung datang.

 

INIS, seorang lucid dreamer yang tidak sengaja menjadi musisi, selalu berusaha menyemangati band-nya untuk tetap profesional dalam performa serta selalu bersenang-senang dalam setiap prosesnya.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang INIS, kalian bisa mengunjungi akun Instagram-nya di @lil___phoenix. Kalian juga bisa mendengarkan lagu-lagu INIS melalui platform musik kesayangan kalian.

Share :

Baca Juga