LUNAR Membawa Semangat Punk Rock dalam Debut Singlenya

LUNAR I Can’t Stop Loving You

INSOMNIAEnt.id – Band punk rock pendatang baru asal Kota Serang, LUNAR, resmi memperkenalkan diri ke skena musik independen lewat perilisan lagu perdana mereka, “I Can’t Stop Loving You”. Dibentuk pada awal tahun 2025, LUNAR hadir sebagai representasi keresahan, perjalanan, dan dinamika kehidupan remaja yang dituangkan dalam balutan musik yang energik.

Nama “LUNAR” sendiri diambil dari kata yang berarti bulan, yang memiliki berbagai fase dalam perjalanannya. Filosofi ini menjadi fondasi utama band dalam berkarya.

“Kami melihat bulan itu selalu berubah, dari sabit sampai purnama. Itu kayak hidup—semua butuh proses. LUNAR jadi simbol perjalanan kami, baik secara personal maupun musikal,” ujar Naia, bassist sekaligus vokalis LUNAR kepada InsomniaEnt.id, Rabu, 15 April 2026.

[Artikel lain]

Havinhell Bawa Spirit Powerpuff Girls di Album Powerpunk

LUNAR digawangi oleh tiga personel muda: Andra (15) sebagai gitaris, Naia (16) sebagai bassist dan vokalis, serta Ozil (15) sebagai drummer. Meski terbilang baru, ketiganya telah memiliki ketertarikan terhadap musik sejak usia dini, dengan pengaruh kuat dari band-band punk rock seperti Blink-182, serta musisi seperti Tom DeLonge dan Travis Barker.

Mengusung genre punk rock, LUNAR mengaku memilih jalur tersebut karena kedekatan emosional dan kenyamanan dalam berekspresi.

“Dari awal kami memang suka musik yang energik dan jujur. Punk rock itu terasa paling dekat sama kami, baik dari segi sound maupun cara penyampaiannya,” ujar Naia.

Lagu perdana LUNAR “I Can’t Stop Loving You”, mengangkat tema cinta yang intens dan penuh pengorbanan—sebuah tema yang dekat dengan realitas emosi remaja. Dalam proses produksinya, LUNAR turut bekerja sama dengan Ludy Suhatman alias Ludy Suck-It 26, salah satu sosok paling berpengaruh dalam lanskap musik punk rock di Kota Serang.

“Lagu ini tentang seseorang yang mencintai pasangannya mati-matian. Walaupun temanya sederhana, kami mencoba membawakannya dengan emosi yang jujur. Lagunya diciptain Om Ludy,” ujar Naia.

[Artikel lain]

Misery dan Romantika Pengorbanan yang Mulai Retak di Sacrifice

Meski dibantu Ludy Suck-It 26, bukan berarti mereka tanpa hambatan. Dalam proses penggarapan, LUNAR mengaku menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam pengembangan aransemen musik.

“Salah satu kesulitan kami ada di bagian ngembangin fill dan dinamika lagu. Tapi justru dari situ kami banyak belajar sebagai band,” ucapnya.

Ke depan, LUNAR berkomitmen untuk terus menghasilkan karya orisinal sebagai bentuk eksplorasi dan ekspresi diri mereka.

“Setelah ini, kami pengen bikin lebih banyak lagu sendiri. Kami ingin terus berkembang dan semoga bisa jadi inspirasi buat teman-teman remaja lain yang juga punya passion di musik,” kata Naia.

Share :

Baca Juga