INSOMNIAEnt.id – Tahun ini SURI mencapai titik kebangkitannya setelah 6 tahun tertidur. ‘Elegi Langit Ungu’ jadi manifesto yang dilayangkan SURI sebagai langkah awalnya. Format lagu yang sebelumnya menghentak, kini SURI datang dengan atmosfer yang berbeda, kesunyian yang tenang namun menyimpan kedalaman yang tak terukur.
SURI saat ini tidak datang dengan wajah sebelumnya yang keras dan menghentak, ia datang dengan warna yang berbeda. Unit heavy rock asal Jakarta tersebut, kini datang dengan sentuhan blues. Lebih menekankan pada atmosfer emosional yang tenang, mereka kini ingin membangun suasana daripada menghentak pendengarnya.
‘Elegi Langit Ungu’ memberi dimensi yang berbeda dari lagu-lagu sebelumnya. Dengan vokal yang diisi oleh seorang yang selama ini bersemayam dibalik bass, Mazaya Ardelle. Langkah ini sengaja diambil SURI yang sedang memasuki babak barunya menjadi band yang lebih tenang dan gelap. Karena menurutnya kegelapan tidak selalu datang dengan hentakan keras, terkadang ia datang dengan perlahan dan tenang.

‘Elegi Langit Ungu’ mengisahkan tentang kegelapan yang datang pada seseorang secara perlahan. Sesuai frasanya “Langit Ungu”, momen yang mempertemukan langit siang dan malam. Malam yang menggantikan siang secara perlahan atau gelap yang menggantikan terang dengan tenang. Seperti liriknya “jiwaku melayang patah/kabut senja pekat mencekam/membius langit dengan warna sekarat/dan malam datang perlahan tanpa suara/selimuti nadi yang slalu kehilangan arah”.
Setelah hampir dua dekade berkarya SURI mencapai kesimpulan bahwa kegelapan tidak hanya datang melalui hantaman keras. Justru kegelapan yang datang secara perlahan menyimpan misteri yang lebih kelam. ‘Elegi Langit Ungu’ kini dapat didengarkan diberbagai platform musik digital.









