TANJUNG Rilis Album Terbaru “Levitasi”, Potret Pencarian Diri di Usia 26

INSOMNIAEnt.id – TANJUNG, moniker dari musisi multi-instrumentalis Faishal Tanjung, resmi merilis album terbarunya bertajuk Levitasi. Album ini menjadi fase penting dalam perjalanan musikal TANJUNG yaitu sebuah refleksi personal tentang pencarian makna di usia 26, mulai dari spiritualitas, cinta, hingga hubungan dengan dunia di sekitarnya.

Tidak disusun sebagai narasi linear, Levitasi terasa seperti membuka lembar-lembar terpilih dari jurnal hidup TANJUNG. Album ini dibangun melalui vokal berlapis yang bergema, nuansa psikedelik yang tekstural, distorsi gitar yang rapuh namun hangat, ritme drum yang stabil, serta synth yang membungkus dengan rasa intim. Keseluruhan elemen tersebut menghadirkan potret pertumbuhan, rasa ingin tahu, dan proses penemuan diri yang jujur.

Bagi TANJUNG, album ini lahir dari fase hidup yang penuh keraguan. Ia menyadari bahwa banyak hal dalam hidup bersifat sementara dan hanyalah titipan. Pemahaman tersebut menjadi fondasi dari Levitasi, yang secara harfiah ia maknai sebagai kondisi mengambang, tanpa arah yang pasti.

“Waktu mengerjakan album ini, aku penuh dengan rasa ragu di banyak aspek hidup. Tapi lewat Levitasi, aku belajar bahwa merasa hilang arah itu tidak apa-apa. Semua akan berlalu,” ungkap TANJUNG. Kini, meski keraguan masih datang, ia mengaku berada di fase yang lebih ikhlas dan bertawakal.

Lagu “Salahkah?” yang menampilkan kolaborasi dengan Mattermos dipilih sebagai focus track karena paling merepresentasikan isi album secara jujur dan lugas. Secara lirik, lagu ini menjadi medium TANJUNG untuk mempertanyakan mimpi dan cita-cita yang masih ia kejar. Potongan lirik “lama ku tunggu hari ku akan tiba” merefleksikan pencarian tersebut, sebuah pertanyaan yang belum memiliki jawaban pasti, namun terus diperjuangkan.

Selama kita terus mencoba mengejar mimpi itu, menurutku tidak ada salahnya,” tambahnya.

Dari keseluruhan track, “Cerita di Senayan” menjadi lagu yang paling menggambarkan kondisi TANJUNG saat ini. Lagu tersebut lahir dari kisah cinta yang sangat personal. “Sekarang aku sedang berada di fase hidup yang dipenuhi cinta,” ujarnya.

Sebelum perilisan album ini, TANJUNG telah lebih dulu merilis single “Lampaui” (3 Oktober 2024) dan “Cerita di Senayan” bersama J. Alfredo (22 Januari 2025). Rangkaian rilisan tersebut menjadi pengantar menuju Levitasi, album penuh dengan lirik Bahasa Indonesia, sebuah langkah baru TANJUNG untuk menjangkau pendengar lokal yang lebih luas, tanpa meninggalkan karakter musikalnya yang lintas genre.

Melalui Levitasi, TANJUNG tidak menawarkan jawaban atau solusi, melainkan ruang refleksi. Album ini ditujukan untuk menemani fase hidup ketika seseorang masih mencari jati diri, masih ragu, dan belum sepenuhnya menemukan arah. Sebuah pengakuan jujur bahwa mengambang pun merupakan bagian dari perjalanan.

Share :

Baca Juga