INSOMNIAEnt.id – Mouse Racer, band emo asal Cilegon, merilis single baru berjudul “Karam” pada 30 Oktober 2026 lalu. Ini jadi penanda kembalinya mereka, sekaligus pengenalan formasi baru: Ginanjar Yudi kini mengisi posisi vokal yang sebelumnya dipegang Dani Anggara.
Rilisan ini datang ketika emo disebut-sebut sedang ramai lagi di kalangan anak muda, dan gigs lokal kembali terisi. Nama-nama lama seperti Killing Me Inside, Alone At Last, dan Sweet as Revenge sering dijadikan rujukan. Mouse Racer sendiri tampaknya ingin ikut masuk ke barisan itu.
[Artikel Lain]
Yes, I’m A Machine, Yes This Is Abandon All the Suffer
Dalam penggarapan “Karam”, mereka menggandeng Asido Sigit, personel St. Loco dan Wait, sebagai produser. Hasilnya lagu emo/alternative rock dengan aransemen string section di atas distorsi gitar. Proses pengerjaannya sekitar dua bulan, dari demo sampai mastering, dan dilakukan terpisah antara Jakarta dan Cilegon.
Pergantian vokalis, menurut gitaris Ega, ikut mengubah cara band bekerja. “Dengan pergantian transisi vokalis, kami mendapatkan banyak ide-ide baru dalam bermusik,” ujarnya.
Asido Sigit, dalam keterangan band, juga mengaku menikmati proses produksinya dan melihat potensi Mouse Racer untuk memberi warna baru di skena musik Indonesia.
[Artikel lain]
Hitam : Kelamnya Penjara Emosional Dari Sun And Moon
Secara tema, “Karam” bercerita tentang proses dewasa dan berdamai dengan masa lalu. Citra kapal karam di laut gelap dipakai untuk menggambarkan fase jatuh, takut, atau gagal move on, termasuk hubungan yang kandas di tengah jalan.
Mouse Racer ingin menyampaikan bahwa merasa seperti itu bukan masalah, selama pada akhirnya orang mau melanjutkan hidup. Nomor tunggal “Karam” kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital.









