Ash-Shur Telurkan Single Baru, “Ke Arah Awan”

INSOMNIAEnt.id – Hempasan gairah baru tengah digulirkan oleh kelompok musik asal Bandung, Ash-Shur. Sebab mereka telah menemukan corak lain nan eksploratif pasca merilis album debut Beware The Cosma di 2020 silam. Grup yang kini diperkuat Andi William W. (vokal, gitar) dan Galih Rizki Dwi (gitar) akhirnya menelurkan single anyar “Ke Arah Awan”, tepat di Jumat (14/6) dan resmi beredar di seluruh gerai musik digital.

Lagu tersebut merupakan khazanah Ash-Shur yang berbeda ketimbang rilisan sebelumnya. Pasalnya, “Ke Arah Awan” dapat dibilang nomor dalam format bahasa Indonesia pertama sepanjang kehadirannya berada di kancah musik independen lokal, khususnya kota Bandung. Meski Ash-Shur masih mengusung palet rock psikedelik atau hard rock klasik, namun kalian dapat menemukan ornamen musikal lain di single terbarunya ini yang lebih cerah, seperti pop bahkan soul yang mengitarinya.

“Ke Arah Awan” merupakan refleksi elemen air terhadap langit dan awan. Sebuah pengingat diri agar tidak selalu tergesa-gesa dalam melakukan atau memutuskan sesuatu yang tengah dijalani. “Ajakan untuk terus berjalan menuju apapun yang lagi dituju sih,” sebut Ash-Shur. Andi dan Galih bergotong royong satu sama lain sekaligus bertanggung jawab penuh dalam penulisan lagu hingga lirik eksponen satu ini.

Penciptaan “Ke Arah Awan” telah dilakukan Ash-Shur sejak 2020 lalu, menindaklanjuti album perdana mereka yang sempat karam nasibnya akibat pagebluk Covid-19. Lantas, palet dan kreasinya langsung dikerjakan karena ada keuntungan ‘mendekam’ di kediaman masing-masing. Kemudian ide terpancar dan dasar musikal mulai dipupuk kembali, apalagi Ash-Shur hanya menyisakan Andi dan Galih kala itu bahkan hingga kini. Tiga tahun berselang, lagu tersebut langsung mengalami penggodokkan di studio rekaman. Pengambilan instrumen gitar dan vokal dilakukan di Funhouse Studio dengan mempercayakan seorang Zoteng Kampret sebagai operator. Sedangkan drum dikerjakan di Studio 12 dengan menggaet Diaz Guntara (Sheeka, Jaya Abadi) melibatkan operator Ikhsan Rizaldy. Untuk kemudian hari teruntuk sesi live atau panggungan mereka, dalam hal ini departemen drum akan diserahkan ke penggebuk drum Binta Fadillah (Pudar, Saturnumb, Galaxies). Guna meramu agar senantiasa memunculkan taste baru atau ciamik, Ash-Shur menunjuk kembali Zoteng Kampret untuk menjadi juru racik perihal mixing juga mastering.

Follow Us

Latest News