INSOMNIAEnt.id – Faksi yang mengusung chaotic dark eldar, Hexgrid mengenalkan lagu keduanya berjudul “Feral”. Lagu ini diproyeksi menjadi suksesor “Lycan” yang sebelumnya sudah dilepas pada Juli 2025 lalu.
Sesuai dengan namanya, “Feral” terdengar liar dan brutal. Kuartet ini memainkan simbolik darah, tahta, iblis, dan tanah. Berdurasi hampir 3 menit, nomor tunggal ini memotret manusia dalam kondisi paling mentah: marah, angkuh, dan kehilangan arah.
[Artikel lain]
Ledakan Perdana dari Hexgrid yang Liar dan Penuh Disonansi
“Feral adalah lagu yang mengeksplorasi runtuhnya iman, logika, dan moralitas saat naluri paling primitif mengambil alih kesadaran,” kata vokalis Hexgrid, Paras Nugraha kepada InsomniaEnt.id, Selasa, 10 Februari 2026.
Dia menerangkan, “Feral” tidak menawarkan penebusan atau harapan, melainkan berdiri sebagai ledakan emosi dan amarah yang dilepas tanpa sensor.

“Lagu ini menangkap momen ketika kontrol runtuh, tawa gila muncul, dan sisi feral manusia bangkit sepenuhnya,” ucap dia.
Secara sonik, “Feral” hadir dengan energi agresif dan konfrontatif, dirancang untuk menghujam pendengar secara emosional dan psikologis. Ini bukan lagu yang aman atau nyaman—melainkan pengalaman gelap yang menuntut pendengar menghadapi sisi liar dalam diri mereka sendiri.
[Artikel lain]
Misery Mereduksi Rasa Kehilangan Lewat Feels
Hexgrid hadir dengan kombinasi eksplosif antara mathcore, chaotic metal, dan metalcore eksperimental. Hexgrid lahir dari keresahan kolektif para personelnya terhadap stagnasi dan kemapanan yang sering melumpuhkan skena.
Paras (Vokal), Ivan Maulana (Gitar), Retno Hamdani Putra (Bass), dan Fajar (Drum) mengaku banyak terinspirasi oleh band-band besar seperti The Dillinger Escape Plan, Converge, Frontierer, Vortex Collapse, Half Me, No Cure, Code Orange, Botch, Orthodox, hingga God Complex.









