INSOMNIAEnt.id – Pertengahan tahun ini, Parade Hujan telah rampung menyelesaikan Album perdana yang berjudul “Punar” dan sudah dirilis di semua platform digital. Parade Hujan yang saat ini digawangi oleh Mohammad Istiqamah Djamad (mas is – guitar vocal), Alejandro Saksakame (cito – drum) dan Ivan Penwyn Panjaitan (Ivan – guitalele), merupakan entitas yang disematkan sebagai bentuk Rujuk Rindu para personel Payung Teduh setelah sempat terpisah beberapa tahun sebelumnya.
Album Punar merupakan karya perdana sebagai entitas Parade Hujan, dan didalamnya terdapat delapan lagu yang dikerjakan sejak mereka kembali berkarya bersama. Simbol direpresentasikan oleh komposisi album yang disusun dari urutan lagu, mengibaratkan siklus kehidupan yang berulang-ulang.
TENTANG ALBUM PUNAR : Udara begitu panas di luar. Matahari tidak begitu menyengat, sinarnya terhalang. Ada serombongan awan yang menghalangi jalurnya. Semilir angin membawa sebuah pesan. Aroma yang lembab dan menggelitik hidung. Aroma yang sepertinya sudah ku kenal. Aroma abu tanah yang basah. Bau itu seperti rindu yang tiba tiba datang. Dahaga yang membawa rasa haus ke tenggorokan dan rasa hangat naik ke tubuh serasa telah berjalan cukup lama di tengah teriknya matahari.
Gumpalan awan mulai menebal. Seperti bulu domba yang siap untuk dijadikan selimut hangat. Saling memintal menjadi satu kesatuan. Merajut, membentuk bulir bulir yang kian lama menjadi tetesan. Satu persatu mulai turun. Makin lama makin ramai. Gemercik pun mulai riuh. Sesaat aku berjalan menepi. Sembari bahu dan kepalaku ditepuk-tepuknya seolah memanggil. Mengatakan, lama tidak bersua. Lalu aku segera bergegas.
Aku berdiri di sudut bangunan. Cukup untuk aku menikmati suasana saat itu. Percik demi percik mengeluarkan suara. Masing masing menyampaikan kisahnya. Tentang sebuah perjalanan dan kerinduan. Aku memperhatikannya dengan seksama. Lalu Ku coba merangkai tiap tiap percikan itu menjadi cerita.
Ada yang menari di tiap perciknya. Seolah merayakan sesuatu. Merayakan sebuah pertemuan yang telah lama dirindukan. Seperti sebuah perjumpaan yang telah lama diimpikan. Mereka saling bertatap, menggenggam erat. Lalu Melangkah dan saling mengitari satu sama lain.

Terpana aku melihatnya. Waktu seolah terhenti. Menghentikan setiap aktifitasku. Bukan hal yang menggangu, aku mengikuti alurnya dan ku gunakan untuk merenung, sembari memetik hikmah dari yang kudapat dimasa lalu dan kelak menjadi orang yang lebih baik. Kadang kala aku lupa. Ketika aku mengingat kembali jalan yang pernah aku lewati. Jalan jalan ketika aku merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya, ketika aku sabar menanti.
Saat itu Aku merasa mentari pun enggan bersinar lagi. Menjadi ruang gelap dalam hati. Tak kutemui setitik cahaya didalamnya. Lambat kusadari cahaya itu tetap ada. Hanya saja mataku tidak terbiasa melihatnya. Semakin lama kutatap semakin gelap kurasa. Aku menolak kenyataan bahwa ruang itu cukup terang untuk kulihat sekitarnya. Sampai pada akhirnya aku terima kenyataannya, aku tepis segala keraguan yang membutakan mata. Tak akan ragu lagi aku melangkah didalamnya. Dan aku pun melangkah ke arahnya, menuju cahaya itu datang. Inilah kerinduan yang aku simpan selama ini. Sesuatu yang selalu berdiam didalam diriku. Sesuatu yang membuka mataku. Dan membuka kembali pintu hatiku. Rindu yang selalu tau jalan pulang. Aku hanya perlu mengikuti arusnya. Hingga aliran itu kembali ke muaranya dan akan datang kelak kembali padaku.
Ketika aku tersadar. Hujan telah berhenti. Kulihat kembali sinar matahari yang mengintip dibalik awan. Pendaran rindu yang bangkit dalam diriku. Akan kujelajahi rindu ini dan hari yang cerah. Sama seperti datangnya aku. Ini merupakan sebuah siklus. Ada yang naik dan ada yang turun. Hanya saja ia melalui berbagai proses. Tidak kah kau sadar kalau kita sudah sering berjumpa. Disini atau ditempat tempat lain. Walaupun menurutku kita berjumpa di tempat yang sama. Mungkin dalam situasi mu yang berbeda.
Jangan khawatir. Aku akan kembali. Dan Kita akan berjumpa lagi.
TUR ALBUM PUNAR Parade Hujan juga akan melakukan tur yang dikemas secara intimate dalam rangka merayakan perilisan Album Perdana ini. Perjalanan ini akan dijadwalkan mulai 31 Juli 2026, dan diawali di area Jawa Timur, meliputi kota Malang, Bojonegoro, Kediri, Lamongan. Tur ini direncanakan berlangsung setiap bulan dan akan menyambangi lima kota di setiap provinsi di seluruh Indonesia. Album Penuh Punar juga dicetak kedalam cakram CD dan akan tersedia disetiap pertunjukan yang akan disandingkan dengan merchandise lain dari Parade Hujan.
Selamat menikmati album Punar. Hapalkan lagunya lalu mari berkumpul bernyanyi bersama, bertukar cerita dan bercengkerama dalam tour sesi pertama di area Jawa Timur dan selanjutnya sesi kedua di Area Jawa Tengah pada bulan September, dan lanjut sesi-sesi berikutnya di kota-kota kalian. Terima kasih sudah memberi ruang, membuka telinga dan merasakan karya – karya kami.







