Reuni Busuk, Kenduri Metalheads di Masa Pagebluk  

Reuni Busuk

INSOMNIAEnt.id – Metalheads di Kota Serang merayakan hari yang menyenangkan pada tanggal 27 Maret 2021 lalu. Soalnya, pengagum musik ekstrem kembali bersua setelah sekian lama tanpa media khusus yang mempertemukan mereka dalam satu momen “hura-hura”.

Reuni Busuk, menjadi tajuk yang dipilih Metalhead Serang sebagai inisiator pertemuan lintas subkultur musik keras itu. House of Salbai 34 Venue pun ditunjuk sebagai tuan rumah.

[Artikel lain]

Dilarang di Salbai, Cara Salbai 34 Venue Pamit

InsomniaEnt.id menilai, hajat ini menjadi sebuah oase di tengah melunturnya ekosistem gigs underground di Kota Serang dan sekitarnya akibat berbagai hal. Apalagi sejak diterpa pandemi yang sudah berlangsung satu tahun lebih.

Makanya, enggak heran kalau acara ini kemudian dijejali metalheads dari berbagai penjuru. Sejak sore hari, House of Salbai 34 Venue yang kerap menjadi “rumah” bagi penikmat pertunjukkan musik, disesaki pria maupun wanita berbaju hitam, khas ala anak-anak gigs dan metal.

Intruder (@s34pro/@etotparker_)

Menyambut kembali hadirnya event kaum arus pinggir ini, dibarengi dengan guyuran hujan yang sempat membasahi venue ketika acara akan berlangsung. Imbasnya, sajian pembuka harus tertunda beberapa saat.

Tapi dibalik itu, terselip harapan jika hujan adalah berkah, pun bisa memberkahi “hajatan” yang sudah begitu lama dinantikan. Di samping menandai berkibarnya lagi arena-arena gigs serupa untuk menambah gairah pelaku industri ini dalam berkreasi.

Sekitar pukul 16.30 WIB, acara pun dimulai. Seremoni diawali dengan geberan distori dari kolektif metal asal Kota Serang, Intruder. Durasi 15 menit yang dialokasikan, mereka manfaatkan untuk menarik animo penonton yang sudah datang, maupun penonton yang belum bertandang.

Setelah Koden cs membuka “kenduri”, penampil lain bergantian mengambil alih stage. Gajendra, Brocut Hardcore, Pray For Last Night, berhasil mengomandoi area moshpit tetap hidup meski dengan dimensi yang terbatas hingga tibanya waktu jeda.

Brocut Hardcore (@s34pro/@etotparker_)

Usai break, situasi di House of Salbai 34 Venue kian memanas. Terlebih saat Sensor Motorik, unit Physical Slam asal Bekasi, didapuk menjadi tamu spesial. Permainan slam yang kental, didukung dengan tata suara yang tebal, dan kerlipan tata cahaya yang maksimal, membuat malam itu kian brutal.

Meski hanya digawangi tiga personel, tapi band bentukan tahun 2015 itu mampu memberi hiburan yang mengundang kucuran keringat. Ketukan beat musik mereka sukses membuat penonton headbang massal.

[Artikel lain]

Fogfest, Festival Black Metal Nusantara

Hingar bingar distorsi di Salbai 34 Venue disudahi oleh penampilan dari kwartet BJØRN. Pemilik album Save The Rhinoceros ini sukses memberi letupan skala tinggi lewat nomor-nomor mereka yang cepat ciri khas Grindcore. Walaupun sang bassis, Fahmi harus bersandar di balik kursi karena cidera kaki yang dialaminya, tapi tak mengurangi adrenalin di area stage dan moshpit.

“Huru-hara” malam itu berlangsung lebih cepat dari biasanya. Karena tepat pukul 20.30, gigs terpaksa disudahi untuk menghindari patroli petugas gabungan yang belakangan tidak cuma mengurusi kejahatan, tapi disibukkan menghalau kerumunan.

Gajendra (@s34pro/@etotparker_)

Event seperti ini mengingatkan beberapa dekade lalu yang juga kerap “kucing-kucingan” untuk menghindari sorotan aparat. Bikin adrenalin semakin membuncah tinggi.

Tapi karena naluri silaturahmi yang masih tinggi, Reuni Busuk kemudian dilanjut dengan diskusi antar pelaku musik cadas yang hadir malam itu. Wendy “BJØRN” dan tiga punggawa Sensor Motorik, bercerita tentang pengalaman dan harapan mereka di skena underground.

Sensor Motorik. (@s34pro/@etotparker_)

Tak lupa ikut nimbrung juga, Obenk, sang inisiator Serang Metalhead yang memfasilitasi penyuka musik ekstrem bersilaturahmi pasca-hibernasi akibat pandemi. Diskusi berlangsung cukup interaktif selama hampir 2 jam.

“Reuni Busuk kami siapkan untuk rekan-rekan dalam rangka silaturahmi melalui musik underground. Kami juga sengaja menyelipkan sharing session agar semakin mendekatkan hubungan emosional antar metalheads,” ujar Obenk, salah seorang inisiator Metalhead Serang.

[Artikel lain]

Review Rilis Party Debut Album Valiant Kullo, Konversi Reasonansi Jadi Energi

Tak cuma berhenti di sini, Metalhead Serang juga berencana kembali menggelar acara serupa dengan skala yang lebih besar. Mereka mengaku sedang mengadendakan gelaran “Serang Metalhead Official” yang ditargetkan bisa terlaksana tahun 2022 mendatang. Acara ini digadang-gadang akan mengundang lebih banyak talenta “sangar” di skena musik ekstrem tanah air.

Malam itu, menjadi sebuah pengalaman baru bagi siapapun yang datang dan terlibat. Jenuhnya dengan situasi pandemi yang berkepanjangan, seakan diletupkan kencang-kencang saat itu. Euforia sensasional yang pastinya berbeda kala diselenggarakan pada momentum yang biasa. Panjang umur, pergerakan musik arus pinggir. (Fch)

Follow Us

Latest News