SHRLN Records Pecah Kongsi. Konflik Adik Kakak?

INSOMNIAEnt.id – Kabar mengejutkan datang dari duo kakak beradik, SHRLN Records. Label rekaman independen asal Kota Cilegon yang terdiri atas Aldi Suherlandi Arrahman atau Al Suherlan dan Andika Suherlandika Arrahman atau Dika, resmi menyatakan bubar per tanggal 13 Januari 2019.

Pecahnya kongsi bersaudara ini cukup mengagetkan. Soalnya mereka saat ini tengah menggarap album dua musisi lokal, Beranda Rumah dan Matafaka. Apalagi pemilihan waktu bubar tepat satu tahun mereka berdiri.

“Per hari ini (13 Januari 2019), SHRLN Recods resmi berhenti beroprasi,” tulis Al distatus nya seraya menambahkan bahwa keputusan ini diambil mendadak tanpa konfirmasi sebelumnya.

Kabar ini pun memunculkan spekulasi soal adanya konflik internal diantara kedua trah Suherlan ini. Mengingat selama ini keduanya kerap tampil kompak.

Namun begitu, All buru-buru mengkonfirmasi keputusan tersebut. Kepada InsomniaEnt.id, Al pun menceritakan kronologis pembubaran SHRLN Records.

“Aku sama Dika baik-baik aja kok, Cuma ya sekarang kita udah jalan masing-masing aja,” ujar Al klarifikasi.

Menurut Al, pupusnya managemen SHRLN Records, lebih kepada perbedaan visi misi. Namun Al tidak menuturkan secara detail visi misi yang dimaksud. Akan tetapi Al tidak menampik bila perbedaan itu muncul kala mereka dihadapkan dengan project mengorbitkan Beranda Rumah dan Matafaka.

“Keputusan ini aku ambil 1 jam setelah Dika mengirim surat pengunduran dirinya dari Tim Lahoy Beranda Rumah. Sudah beda visi misi katanya, jadi karena udah enggak ada Dika buat apa aku masih pakai nama Suherlan Brothers?” cetus pria berkacamata itu.

“Sejak desember 2018 Beranda Rumah sudah membuat Tim Lahoy Management yang dibuat atas dasar kesepakatan band dan management waktu itu. Dan Matafaka kedepannya akan ada di bawah naungan tim management Matafaka dengan manager tetap aku sendiri,” sambung Al.

Bubarnya SHRLN Records, praktis membuat pengelolaan sejumlah company yang sebelumnya berada di bawah naungan nama SHRLN Records, juga turut bubar barisan.

“Keputusan ini sekaligus akan menghentikan SHRLN Company yang lain, seperti www.suherlanbrothers.com, @suherlanbrothersig, SBros Management, dan SuherlanBrothersTV sesegera mungkin,” terangnya.

Kendati demikian, Al memastikan akan tetap melangkah bersama dua band yang ditanganinya saat ini. Hanya saja, ia tergabung dalam managemen masing-masing band.

SHRLN Records didirikan tepat 1 tahun yang lalu, yaitu 13 Januari 2018. Selama berdiri, mereka sudah ikut menelurkan 3 rilisan fisik musik indie lokal, yakni kaset pita band Punk Cilegon, Standar Satu (Suara Margasatwa), kaset pita The Pentunjuxxx (Eksplisit), dan CD Album Kompilasi RSD Serang 2018. (FCH).

Follow Us

Latest News