Somniumsaic rilis Music Video single “Aksa Daksa”

INSOMNIAEnt.idMembuka awal tahun 2026 ini dengan “Aksa Daksa”, original single berbahasa Indonesia pertama dari Somniumsaic. Mengambil tema tentang “akhir kehidupan” yang diusulkan oleh Sandy, lagu ini lebih menonjolkan lirik, dan atmosfer yang kelam, sehingga terdengar cenderung melow. Munculnya lagu ini terlihat sebagai bentuk sell-out dari Somniumsaic yang kebetulan baru saja bergabung dalam FireFly Records under Musica Studio’s. Langkah penyederhanaan musik dalam single ini utamanya untuk menyesuaikan dengan tema lagu yang diangkat, agar liriknya lebih mudah diresapi oleh para pendengar. Lagu ini juga merupakan single ke-2 dari upcoming album ke-2 kami.

Inspirasi lagu ini muncul dari fenomena Terminal Lucidity yang terdapat dalam sebuah ulasan Serial TV yang berjudul “Grey’s Anatomy” (2005). Serial ini berisi tentang seseorang yang dalam keadaan koma, tiba-tiba mendapat kesadaran penuh, dan memberikan one last dance atau kesempatan terakhir bagi seorang tersebut dan orang yang mereka cintai untuk menikmati momen terakhir sebagai kenangan satu sama lain, walaupun di akhir cerita mereka harus dipisahkan oleh jarak, ruang dan waktu. Terlepas dari penyebabnya yang masih menjadi misteri dan bahan perdebatan di  berbagai disiplin ilmu, penulis serial tersebut hanya ingin mencoba untuk menangkap emosi dari momen Terminal Lucidity ini.

People Go, Memories Stay” adalah kuitipan yang cocok untuk merangkum isi dari lagu ini. Begitulah sederhananya, ketika seseorang hilang, kenangan itu akan tetap hidup dan sekaligus menjadi pengingat bahwa jiwa mereka tidak benar-benar pergi. Lagu ini diharapkan bisa menjadi peluk hangat bagi siapapun kalian yang sedang merawat atau sedang kehilangan orang yang terkasih. Pesan utama dari “Aksa Daksa” adalah untuk selalu mengingat bahwa setiap detik yang tulus punya makna yang abadi di dalam kehidupan seseorang.

Konsep video musik dari single ini adalah lypsync video oleh Alex (vokalis kami) yang dilakukan sambil berjalan dan diambil secara slow-motionSetting dari video musik ini adalah di Pemakaman Sukun Malang pada siang hari, sesuai dengan isi lirik dari lagu “Aksa Daksa” yang lekat dengan kematian. “Aksa” memiliki arti “jauh” atau “terjauh” dalam beberapa bahasa, termasuk Sanskerta dan Jawa. Sementara “Daksa” berarti “tubuh” atau “badan”. Jadi, “Aksa Daksa” secara harfiah bisa diartikan sebagai “tubuh yang jauh” atau “tubuh terjauh”, namun dalam konteks yang lebih luas, mungkin merujuk pada sesuatu yang memiliki makna mendalam atau konsep yang jauh jangkauannya. Dengan konsep ini, bisa kita tarik arti dari “Aksa Daksa” adalah tubuh yang kehilangan jiwanya. Mereka terpisah, kehilangan poros, tanpa arah. Yang satu berada di dunia nyata, lainnya berada di ruang antara ada dan tiada. Yang mana ruang itu akan menjadi cerita di video musik ini.

Share :

Baca Juga