INSOMNIAEnt.id – Setelah merilis dua track dalam format maxi-single pada tahun lalu, Deliverance mengawali tahun 2026 dengan melepas single ketiga mereka bertajuk “ROTTEN TO THE CORE”. Lagu ini bercerita tentang keangkuhan dan kesombongan manusia. Deliverance menyampaikan pesan melalui penggalan lirik “Your names erased from the pages of thought”, yang menyiratkan bahwa waktu pada akhirnya akan menghapus segalanya. Kita semua akan membusuk dengan cara yang sama—menjadi bisikan sesaat, lalu lenyap selamanya.
Track ini diambil dari album mendatang mereka dan disajikan dengan pendekatan yang berbeda. “ROTTEN TO THE CORE” juga menandai terjalinnya kerja sama Deliverance dengan REVERGE 40124 sebagai rumah produksi untuk album yang tengah mereka garap. Album tersebut diproduseri serta melalui proses mixing dan mastering oleh Oktav Mutter, dan direkam di REBUILT 40124 Studio. Langkah ini menjadi fase awal yang penting bagi Deliverance dalam menemukan “kolam” baru untuk menyelam lebih dalam, sekaligus memperluas koneksi dan pergerakan mereka.

Sebagai introduksi dari perkembangan pesat yang tengah mereka jalani, melalui single ini Deliverance untuk pertama kalinya menggarap music video. Video tersebut digarap dengan konsep dan benang merah cerita yang selaras dengan pesan lagu. Music video ini dikerjakan bersama Oktav Mutter selaku Director of Photography dan Video Editor, serta menghadirkan Rika Santia sebagai cameo.
Music video “ROTTEN TO THE CORE” dijadwalkan tayang pada 6 Februari 2026 melalui kanal YouTube REVERGE.
Deliverance adalah unit Metallic Hardcore asal Bandung yang terbentuk pada April 2023. Tumbuh dari jejaring kolektif kota Bandung, Deliverance menandai eksistensinya dengan merilis maxi-single “To All The Pain That Hides In Truth” pada 8 November 2024, yang berisi tiga track: Deeper, Trapped, dan The Bloods Find Colour.
Berisikan personel yang juga aktif di berbagai proyek lain dalam lingkar pertemanan yang sama, Deliverance dengan cepat muncul ke permukaan. Mengikuti jejak hardcore arus baru, mereka kental dipengaruhi oleh Knocked Loose, Vein.fm, END, Kublai Khan TX, dan Dealer, sebuah gelombang yang belakangan kerap disebut sebagai era “marah-marah”.









