INSOMNIAEnt.id – Setelah merilis single debut “The Girl I Met in Bar,” band indie asal Bandung BERSUA, yang beranggotakan lima personil yaitu, Alfian (vokal), Uqi (vokal/gitar), Zulfa (gitar), Yusuf (bass), dan Azmy (drum) resmi merilis EP terbaru mereka bertajuk “WHAT IF?” EP berisi lima lagu ini menangkap perjalanan personal yang mendalam tentang kerentanan, cinta yang tak terucap, harapan yang sunyi, serta proses emosional dalam bertumbuh dan dewasa.
“WHAT IF?” ditulis dan direkam selama hampir dua tahun sejak perilisan single debut, serta dirancang sebagai sebuah narasi utuh, mengisahkan cinta yang tetap tersimpan, pengorbanan yang tak terbalas, dan mimpi-mimpi yang terasa jauh namun terus bertahan.Setiap lagu merefleksikan momen-momen rapuh secara emosional, menggambarkan pengalaman manusia yang paling jujur: rasa takut, kelembutan, ketidakpastian, serta harapan yang tetap tinggal meski segalanya terasa berat.

Secara musikal, EP ini memadukan melodi yang intim dengan lirik reflektif melalui dua vokalis, Uqi dan Alfian, yang memungkinkan pendengar terhubung lebih dekat dengan emosi yang disampaikan. Permainan gitar Zulfa menghadirkan tekstur ambience yang hangat, didukung oleh permainan bass Yusuf yang dalam dan membumi, serta pola drum Azmy yang tertahan dan subtil di setiap lagu. Lapisan synth dan keys dibantu oleh Doni Novtriandi menambahkan dimensi ruang yang kaya, sementara seluruh elemen musikal dirangkai melalui proses mixing dan mastering yang matang oleh Sendy Thanratu, menghasilkan karakter suara yang jernih, seimbang, dan kohesif secara emosional.
Alih-alih menawarkan jawaban yang pasti, “WHAT IF?” justru merangkul pertanyaan, keraguan, dan perasaan-perasaan sunyi yang sering dipendam banyak orang.
Melalui EP ini, BERSUA mengajak pendengar menemukan potongan cerita mereka sendiri di setiap lagu, sekaligus mengingatkan bahwa rasa ragu, kesepian, dan ketakutan adalah pengalaman bersama yang tak harus dihadapi sendirian. “WHAT IF?” menjadi pengingat lembut untuk terus melangkah, meski perjalanan berjalan perlahan.









