Grafost Rilis Video Klip “Maeva”

INSOMNIAEnt.id – Grafost, unit pop-rock dinamis asal Semarang, kembali memberikan gebrakan lewat merilis video klip track “Maeva” yang dirilis pada 18 Maret 2026. Perilisan ini menegaskan identitas Grafost sebagai band yang berkarya di ruang musik dan visual.

Grafost adalah angin segar yang menggebrak dari Kota Semarang. Berdiri pada 2024, Grafost yang terdiri dari enam mahasiswa Universitas Diponegoro ini langsung merilis debut album berisi 10 track bertajuk Multifaset pada 22 Desember 2025. Selain itu, sejak Juli 2025, Grafost sudah merilis 6 video lirik dari lagu-lagu dalam album Multifaset di channel Youtube mereka. Rilisnya video klip “Maeva” adalah kelanjutan produktivitas mereka dalam merayakan Multifaset.

Track “Maeva” menceritakan sosok perempuan yang tangguh menjalani hidup penuh beban dan kesakitan. Namun, ketangguhan itu juga datang beriringan dengan kerapuhan, rasa sakit, dan kesendirian dalam diri Maeva.

“Maeva menceritakan kekaguman kami pada perempuan yang tangguh menjalani hidup yang keras, tetapi selalu mampu memikul tanggung jawab. Cerita Maeva kami padukan dengan musik melankolis dengan sedikit sentuhan rock yang menimbulkan kesan puitis,” tutur Aqil Thooriq, vokalis Grafost.

Video yang digarap oleh Dhea Nyndie sebagai sutradara menampilkan sisi manusia yang rapuh sekaligus tangguh dalam sosok Maeva dengan tepat. Melalui sorotan kamera, penonton dituntun mendalami ekspresi emosional Maeva yang diperankan Stefani Wahyuningtyas dalam mengarungi malam di Kota Semarang. Visual kontras lanskap kota malam hari bertubrukan dengan terang lampu neon khas sinema Tsai Ming-liang dan distorted-blurry subject dari sinema Hong Kong New Wave Cinema menguatkan kesan kesendirian dan kerapuhan yang dialami Maeva. Namun, di akhir cerita, harapan muncul dengan manis.

“Aku ambil ambience malam sebagai fase depresi, sedangkan ambience pagi di akhir lagu aku pilih untuk memperlihatkan sosok Maeva yang lebih kuat dan tabah buat menjalani hidup,” tutur Dhea Nyndie.

Sebagai sutradara, Dhea menggunakan pendekatan minimalis dalam produksi. Pembahasan konsep, makna lagu, dan arahan visual sebagai bahan penulisan script ia selesaikan di pertemuan pertama. Setelahnya, detail produksi, penyusunan RAB, dan pemilihan talent juga kru lalu ia selesaikan dalam satu pertemuan. Setelah semuanya selesai, produksi pun dimulai dalam satu hari.

“Aku buat se-simple mungkin untuk script, shotlist, sampai lokasi shooting karena targetku adalah one day shoot dengan maksimal 8 jam kerja,” saksi Dhea.

Setelah merilis Maeva, Grafost akan kembali merilis karya audio-visual mereka dalam format Live Session.

“Menurut kami ini sangat penting untuk menunjukkan kredibilitas kami dalam bermusik,” tegas Aqil.

Share :

Baca Juga